www.herbaltama.com - Pegagan / Kaki Kuda
 
Home > Tanaman Obat > Pegagan / Kaki Kuda

 
 
 
 
 
 
 
 

Pegagan / Kaki Kuda

(Centella asiatica, (Linn), Urban.) 

Sinonim :
Hydrocotyle asiatica, Linn. Pasequinus, Rumph.
 
Familia :
Umbelliferae
 
Uraian :
Terna liar, terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia tropik. Menyukai tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Kadang-kadang di tanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut. Pegagan merupakan terna menahun tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10 cm - 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, bertangkai panjang sekitar 5 cm - 15 cm berbentuk ginjal. Tepinya bergerigi atau beringgit, dengan penampang 1 cm - 7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 - 10 helai daun, kadang-kadang agak berambut. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Tangkai bunga 5 mm - 50
mm. Buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 - 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit.

1. Syarat Tumbuh

a. Iklim

Ketinggian tempat : 1 m - 2.500 m di atas permukaan laut • Curah hujan tahunan : 1.500 mm - 2.500 mm/tahun • Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 9 bulan • Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 3 bulan - 4 bulan • Suhu udara : 20' C - 25' C • Kelembapan : tinggi • Penyinaran : sedang

b. Tanah

Tekstur : pasir sampai liat • Drainase : sedang - baik • Kedalaman air tanah : 25 cm - 50 cm dari permukaan tanah • Kedalaman perakaran : 5 cm - 25 cm dari permukaan tanah • Kemasaman (pH) : 5 - 7 • Kesuburan : sedang

2. Pedoman Bertanam

a. Pegolahan Tanah • Tanaman Pegagan umumnya dikenal sebagai tumbuhan liar. Meskipun demikian tanaman ini dapat diperbanyak melalui stek batang. • Buat lubang tanam berukuran 25 cm x 25 cm x 25 cm • Stek bibit ditanam pada lubang tersebut dengan dengan jarak tanam 1 m x 1 m. • Batangnya tumbuh merayap,menghasilkan cabang-cabang yang membentuk rumpun yang menutupi tanah. • Di daerah Jawa Barat, tanaman Pegagan kadang-kadang ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan teh.

Nama Lokal :
Pegagan, Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Daun kaki kuda (Indonesia), Pegaga (Ujung Pandang); Antanan gede, Antanan rambat (Sunda), Dau tungke (Bugis); Kos tekosan ( Madura), Kori-kori (Halmahera);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Hepatitis, Campak, Demam, Amandel (Tonsilis), Sakit tenggorokan; Bronkhitis, Infeksi dan Batu saluran kencing, Mata merah, Wasir; Keracunan, Muntah darah, Batuk darah, mimisan, Cacingan, Lepra, Typus, Busung, Sakit kepala, Influenza, Keracunan Jengkol, Ayan;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI : Seluruh tanaman.

KEGUNAAN :
1.Infectious hepatitis, campak (measles).
2.Demam, radang amandel (tonsillitis), sakit tenggorok, bronchitis.
3.Infeksi dan batu sistem saluran kencing.
4.Keracunan Gelsemium elegans, arsenic.
5.Muntah darah, batuk darah, mimisan.
6.Mata merah, wasir.
7.Sakit perut, cacingan, menambah nafsu makan.
8.Lepra.

PEMAKAIAN:
15 - 30 gram pegagan segar, direbus, minum.  Atau dilumatkan, peras, minum airnya.

PEMAKAIAN LUAR  :
Dilumatkan, ditempel ke bagian yang sakit. Dipakai untuk: Gigitan, ular, bisul, luka berdarah, TBC kulit.

CONTOH  PEMAKAIAN  :

1.Kencing keruh (akibat infeksi/batu sistem saluran kencing):
30 gram pegagan segar direbus dengan air cucian beras dari bilasan kedua.
Atau Cuci bersih 90 gr daun pegagan segar, ¼ genggam sambiloto, 1 jari kunyit, ¼ genggam kumis kucing, ¼ genggam meniran, ¼ genggam tempuyung, dan 3 lembar daun alpukat. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan tiga kali sehari.

2.Susah kencing:
30 gram pegagan segar dilumatkan, tempel di pusar.

3.Demam, radang amandel, sakit tenggorokan, dan bronchitis :
Segenggam daun pegagan segar ditumbuk, kemudian ditambah sedikit air dan garam, saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan.

4.Darah tinggi:
20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai menjadi 3/4-nya.  Sehari diminum  3 x 3/4 gelas.

5.Wasir:
4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air  selama ± 5 menit.  Minum rebusan ini selama beberapa hari.

6.Pembengkakan hati (liver) :
240 gram - 600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin   1 kali sehari.

7.Campak : 
60 -120 gram pegagan direbus, minum secara rutin   1 kali sehari.

8.Bisul :
30 gram - 60 gram pegagan segar direbus, diminum. Pegagan segar  dicuci bersih, dilumatkan ditempelkan ke yang sakit.

9.Mata merah, bengkak :
Pegagan segar dicuci bersih, dilumatkan, diperas, airnya disaring. Teteskan ke mata yang sakit 3 - 4 kali sehari.


10.Batuk darah, muntah darah, mimisan  : 
60 - 90 gram pegagan segar direbus, atau diperas, airnya diminum.

11.Batuk kering :
segenggam penuh pegagan segar dilumatkan, peras. Ditambah air  dan gula batu secukupnya. Minum.

12.Batuk asma :
Tumbuk 1 genggam pegagan, 7 daun randu, dn gula batu secukupnya. Tambahkan 1 cangkir air, saring, lalu minum air hasil saringannya setiap pagi.

13.Lepra  :
3/4 genggam ( 15-30 gr ) pegagan dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air,  sampai menjadi 3/4 -nya. Saring, diminum setelah dingin, sehari 3 x  3/4 gelas.

14.Penambah nafsu makan  :
1 genggam daun pegagan segar direbus dengan 2 gelas air sampai  menjadi 1 gelas.  Minum sehari 1 gelas.

15.Teh daun pegagan  segar berkhasiat  :
Pembangkit nafsu makan, menyegarkan badan, menenangkan, menurunkan panas, batuk kering, mengeluarkan cacing di perut, mimisan.

16.Lalaban pegagan berkhasiat segar berkhasiat  :
Membersihkan darah, terutama pada bisul, tukak berdarah. Memperbanyak empedu, sehingga memperbaiki gangguan  pencernaan.

17.Tyfus
Bahan: 1 genggam daun Pegagan, ½ genggam daun jintan dan 5 batang tapakliman.
Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan dikukus untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: hasilnya ditambah dengan 1 sendok makan  madu dan diminum.

18.Busung
Bahan: tumbuhan Pegagan lengkap (akar, batang dan daunnya), 3 batang alang-alang, 1 potong kulit kamboja.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air  sampai mendidih hingga tinggal  ½ gelas.
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 cangkir.

19.Sakit Kepala
Bahan: 1 genggam daun Pegagan dan seujung sendok makan jintan.
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal  ½ gelas.
Cara menggunakan: disaring dan ditambah dengan 1 sendok makan madu, kemudian diminum.

20.Influenza
Bahan: 1 genggam daun Pegagan.
Cara membuat: ditumbuk halus (dipipis) untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: ditambah sedikit garam dan diminum.

21.Keracunan jengkol
Bahan: 10-15 daun Pegagan.
Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga  tinggal 1 ½ gelas.
Cara menggunakan: disaring dan diminum.

22.Ayan
Bahan: daun Pegagan secukupnya yang sudah kering daun gula  aren secukupnya.
Cara membuat: daun Pegagan ditumbuk halus kemudian diambil 1 sendok dan dicampur dengan gula aren secukupnya. Kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air panas (masak).
Cara menggunakan: disaring dan diminum; diulangi secara teratur.

23.Sakit perut, cacingan, keracunan gelsemium elegans dan arsenik
Rebus 27 gr pegagan segar dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusannya sekaligus saat hangat.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :

Pegagan mempunyai rasa manis dan bersifat sejuk.
Efek farmakologis pegagan diantaranya : antitoxic, peluruh air seni, penenang (sedatif), penurun panas (antipiretik), peluruh kemih, anti lepra, anti sifilis, anti-infeksi, membersihkan darah, dan lain-lain. Daun pegagan berfungsi sebagai  astringensia dan tonikum. Pegagan juga dikenal untuk revitalitasi tubuh dan otak yang lelah serta untuk kesuburan wanita.

KANDUNGAN KIMIA :

Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine, zat samak. Senyawaan glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside dan senyawaan sejenis, mempunyai kasiat anti lepra (Morbus Hansen), Daun Pegagan mengandung senyawa glikosida trigergepnoida, alkaloid hidrokotilin, steroid, tanin, minyak atsiri, gula pereduksi dan garam-garam mineral seperti garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi thankunisida, isothankunisida, karotenoids, asam asiatat, asam madekasat, dan lain-lain.
# Asiatikosida merupakan zat aktif yang berkhasiat sebagai antilepra. juga mempunyai efek mendorong penyembuhan pada luka .


Pegagan, Tumbuhan Terlupakan Kaya Manfaat Anti-"cellulite"

HAMPIR kita lupa dan bahkan setiap hari mungkin kita injak kalau kita berjalan di rerumputan yang sedikit lembab tumbuhan herba yang menjalar di atas tanah dengan segudang fungsi ini. Pegagan, yang lebih dikenal dengan Gotu Kola, merupakan tumbuhan asli dari kepulauan yang menyebar mulai dari samudra India sampai ke daerah-daerah tropis di Asia. Ini terutama tumbuh di Indonesia, pesisir pantai timur Madagaskar, Mauritius, dan Reunion. Tumbuhan ini biasa ditemukan pada daerah-daerah lembab, pinggiran rawa, pinggiran sungai, dan parit. Dia merupakan tumbuhan terna atau herba tahunan tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang melata, panjang 10 cm sampai 80 cm. Daun tunggal, tersusun dalam roset yang terdiri dari 2 sampai 10 daun, kadang-kadang agak berambut. Perbungaan berupa payung tunggal atau 3 sampai 5 bersama-sama keluar dari ketiak daun kelopak. Buah pipih, lebar lebih kurang 7 mm dan tinggi lebih kurang 3 mm, berlekuk 2 berwarna kuning kecoklat! an dan berdinding agak tebal.

Pegagan dikenal dengan nama latin Centella asiatica atau Hydrocotyle asiatica. Nama ini diturunkan dari bahasa latin hydôr yang berarti air karena dia sangat suka lembab dan kotylê yang berarti mangkuk karena daunnya yang sedikit berbentuk cekung. Tumbuhan yang juga dikenal dengan nama Asiatic pennywort dan Indian pennywort ini sudah banyak digunakan di Asia Tenggara, India, dan China semenjak zaman prasejarah untuk berbagai macam penyakit. Di China, tumbuhan ini digunakan sebagai tonikum dan pengobatan lepra. Dengan karakternya yang dingin, tumbuhan ini juga digunakan sebagai anti-infeksi, anti-toksik, antipiretik, dan diuretik. Dalam sistem pengobatan ayurvedic di India, ini dibuat dalam bentuk sirup tanpa alkohol untuk pengobatan epilepsi. Selain itu, di Thailand, juga digunakan sebagai tonikum dan obat diare. Di Sri Lanka, tumbuhan ini banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan pengeluaran air susu, sedangkan di Vietnam digunakan untuk mengatasi lemah badan karena usia la! njut (senility). Di Indonesia sendiri, tumbuhan ini, menurut Rumphius, digunakan untuk menyembuhkan luka, sakit perut, obat cacing, dan kencing batu. Menurut Kloppenburg, tumbuhan ini juga digunakan sebagai obat demam, pembersih darah, hemoroid, batuk kering, dan penyakit anak- anak hidung berdarah. Ridley juga menyatakan tumbuhan ini digunakan untuk obat kusta dan sipilis.

Efek farmakologi utama dari pegagan ini diketahui berasal dari kandungan senyawa triterpenoid yaitu Asiatic acid, Madecassic acid, Asiaticoside, Madecassoside. Selain itu juga mengandung unidentified terpene acetate, camphor, cineole, campesterol, stigmasterol, sitosterol, senyawa-senyawa polyacetylene, kaempferol, quercetin, myo-inositol, vellarin, asam amino, dan resins. Berdasarkan penelitian farmakologi yang dilakukan, pegagan mempunyai efek merangsang pertumbuhan rambut dan kuku, meningkatkan perkembangan pembuluh darah serta menjaganya dalam jaringan penghubung (connective tissue), meningkatkan pembentukan mucin (zat utama pembentuk mucus) dan komponen-komponen dasar pembentuk lainnya, seperti hyaluronic acid dan chondroitin sulfate, meningkatkan daya kompak (tensile integrity) dermis (jaringan kulit di bawah epidermis), meningkatkan proses keratinisasi (pembentukan keratin) epidermis melalui perangsangan pada lapisan luar kulit, dan meningkatkan efek keseimbangan p! ada jaringan penghubung.

Lebih kurang 90 persen dari seluruh wanita yang berumur 18 tahun ke atas menderita cellulite atau sering dikenal dengan orange-peel skin.

Cellulite merupakan kombinasi dari lemak, toxins (cellular wastes), dan air yang berbentuk massa, seperti gel yang terjebak pada jaringan penghubung di bawah permukaan kulit. Jaringan penghubung akan menebal dan mengeras sehingga menimbulkan bentuk seperti lesung tidak datar. Ini memberikan bentuk yang tidak bagus pada tubuh sehingga kadang-kadang menyebabkan seseorang rendah diri. Ini biasanya terjadi pada pinggul dan paha, tetapi juga bisa terjadi pada lengan, perut, dan pundak. Pegagan merupakan salah satu tumbuhan yang efektif digunakan untuk mengatasi cellulite. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa 80 persen wanita yang diobati dengan pegagan memberikan hasil yang memuaskan dalam pengobatan cellulite. Hal ini sangat berhubungan dengan kemampuan pegagan dalam memperkuat struktur jaringan penghubung dan mengurangi pengerasanny! a dengan bekerja secara langsung pada fibroblast. Untuk hasil yang lebih memuaskan, disarankan untuk mengonsumsi pegagan selama 3 bulan karena untuk pengobatan cellulite memang memerlukan sedikit waktu. Selain itu, sejalan dengan mekanisme kerja pegagan pada tubuh, tumbuhan ini juga terbukti secara klinik mampu mengobati luka bakar, sirosis hati, keloid, scleroderma, dan gangguan pembuluh vena. Hal yang menarik sekali adalah pegagan ini dapat juga digunakan sebagai pengganti Ginkgo Biloba terutama untuk mengatasi kepikunan dini atau meningkatkan kecerdasan.

Dalam meramu pegagan sebagai obat, dosis sehari yang dianjurkan adalah 2-4 gram pegagan (seluruh bagian tanaman kecuali akar) yang sudah dikeringkan atau sekitar 15-30 gram pegagan segar. Untuk pencegahan, dapat digunakan dengan dosis 0,5-1 gram pegagan kering atau 4-8 gram pegagan segar satu hari. Dari hasil penelitian juga dilaporkan bahwa tumbuhan ini praktis tidak toksik atau aman digunakan. Jadi, tidak perlu ditakuti bahwa kelebihan takaran akan menyebabkan efek samping. Penyajiannya bisa dilakukan dalam bentuk teh (dikeringkan dan direndam dalam air seperti teh) atau pegagan segar diseduh dengan air panas selama 10 menit.
Hefriyan Handra Martha Tilaar Innovation Centre


Pegagan dan Penggunaan Tradisional
SIAPA yang tidak kenal pegagan? Tanaman berupa herba dengan nama latin Centella asiatica (L.) dari suku Apiaceae ini sudah banyak dipakai sebagai tanaman obat. Kandungan utama dari pegagan adalah senyawa triterpen yaitu asam asiatat dan asam madekasat, senyawa glikosida turunan triterpen ester yaitu asiatikosida dan madekasosida dengan kadar tidak kurang dari 2%, asam madasiat, alkaloida hidrokotilin, kuersetin dalam bentuk bebas dan glikosida, beta-sitosterin, asam palmitat, asam stearat, minyak atsiri yang terdiri dari p-simol, alfa-pinen, methanol dan alilsenfoel, mesoinosid dan sentelosa.

Centella asiatica tumbuh di daerah hangat beriklim tropik dan subtropik, meliputi Afrika, Australia, Amerika Tengah, Amerika Utara dan bagian utara Amerika Serikat, Madagaskar, Cina, Laos, Kamboja, Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Herba ini juga tumbuh di daerah berpaya-paya di India, Iran, Pakistan dan Sri Lanka sampai pada ketinggian 700 m di atas permukaan laut (dpl). Di Indonesia tumbuh liar di Jawa dan Madura pada ketinggian 1-2500 m dpl.

Herba ini banyak dijumpai di daerah dengan penyinaran matahari yang cukup atau pada naungan rendah yang subur, di lokasi berkabut, di sepanjang sungai dan juga di sela-sela bebatuan, padang rumput, di halaman rumah dan di tepi-tepi jalan.

Herba ini antara lain digunakan untuk mencegah timbulnya luka parut (scar) dan keloid. Aktivitas antikeloid ini sudah dibuktikan secara klinis dan bila menginginkan sediaannya yang berbentuk krim berisi ekstrak dari pegagan sudah bisa didapatkan di apotek.***

Rina Herowati, S.Si., Mahasiswa Program PascaSarjana Farmasi-FMIPA ITB.
I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Staf Pengajar Departemen Farmasi-FMIPA ITB.

Walau sama sekali tak menyerupai Pegagan, namun, tetap saja orang menyebutnya daun Pegagan. Itulah pegagan yang justru berdaun mirip ginjal dan bagian tepinya bergerigi. Tanaman yang hidup di lahan lembap ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Getah batangnya dapat digunakan untuk menghentikan luka bernanah. Pegagan yang disebut “antanan gede” oleh orang Sunda ini, daunnya dapat digunakan untuk penutup luka baru.

Masa dulu ketika belum banyak obat cacingan, para kaum ibu biasanya mencampurkan beberapa tetes getah daun Pegagan di sayuran.

Memang rasa daunnya agak pahit mirip peterseli. Hasil rebusan batang dan daun, selain dapat mengobati demam juga berkhasiat untuk pembersih darah. Bagi yang menderita radang tenggorokan dan sariawan cukup meminum rebusan daun.

Anggota keluarga Apiaceae itu dapat digunakan untuk mencegah erosi pula. Itulah sebabnya tema liar itu ditanam di sengkedan sungai. Harus bisa bedakan antara pegagan (Centella asiatica) dengan pegagan utan (Merremia emarginata) walau mereka sama-sama berkhasiat untuk obat. Pegagan utan atau pegagan kuning sosoknya memeng mirip pegagan yang tanpa embel-embel apapun. Salah satu perbedaannya adalah : warna bunga. Bunga yang muncul di ketiak daun pegagan berwarna ungu tua, sedangkan pegagan kuning, seperti namanya berwarna kuning dengan ujung memucat.

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
www.herbaltama.com

2